fbpx

Tips Penggunaan Bufet Setengah Badan Minimalis Biar Gak Disebut Nanggung!

Gak akan disebut tanggung jika kita membeli sebuah lemari setengah badan. Lagipula ada tujuan dan fungsinya tersendiri kok! Misalnya seperti nama resminya berupa bufet setengah badan minimalis, furnitur ini seringkali dijadikan salah satu elemen untuk prasmanan atau berpesta.

Kata buffet ini sebenarnya berasal dari bahasa Inggris yang berarti prasmanan. Alhasil penggunaannya secara resmi selalu dijadikan sebagai alas untuk peralatan makan dan masakan.

Tapi dewasa ini, hadirnya rumah klasik dan minimalisme membuatnya sering digunakan untuk kehidupan sehari-hari.

Dimulai dari tempat penyimpanan barang kecil dan koleksi hingga sekat instan, semuanya dapat dilakukan dalam sekali lirikan saja.

Jika kamu mulai tertarik untuk menggunakannya, ada hack dan tips menggunakan bufet setengah badan minimalis akan menjadi lebih multifungsi!

Sebagai Ornamen Area Tertentu

bufet pajangan ruang tamu

Jika kamu masih bertanya-tanya dimana enaknya menyimpan bufet tersebut, maka ada 3 area yang akan meningkatkan nilai guna daripada furnitur mungil yang satu ini, yakni pintu masuk, lorong, dan sudut tersembunyi.

Pertama-tama mari kita akui terlebih dahulu bahwa seringkali pintu masuk dan lorong kecil tertentu mudah sekali diabaikan ketika kita menata hunian.

Padahal dari sisi lalu lintasnya seringkali dilewati baik oleh si empunya rumah seperti kita ataupun para tamu yang berkunjung.

Mulai sekarang, cobalah ciptakan ruang bergaya dan tata koleksian di atas bufet, sementara barang-barang yang mudah hilang tersimpan di dalam lemarinya, untuk kemudian sematkan di ketiga area yang telah disebutkan di atas.

Kekuatannya dalam mengubah ruang dari area tersembunyi yang kurang menarik menjadi titik fokus yang canggih patut kamu manfaatkan secara maksimal.

BACA JUGA :  ✔ 44+ Inspirasi Desain Sofa dan Cara Memilih Ukurannya Secara Tepat!

Panggung Koleksi Pribadi

bufet minimalis modern terbaru

Punya koleksi namun tak ada panggung untuk membuatnya bersinar terang seterang bintang di langit? Buat apa?

Mending gunakan bufet setengah badan minimalis sebagai area pertunjukan koleksi barang pribadi tersebut layaknya museum ternama.

Jangan takut dianggap wibu atau maniak jika doyan memelihara koleksian barang, toh memiliki hobi itu merupakan hak setiap orang selama tidak mengganggu orang lain.

Bahkan bufet ini bisa menjadi kesempatan emas buat kamu memamerkan hobi kepada teman-teman atau tamu yang datang sebagai cita rasa penuh seni di atas lemari yang indah dan elegan.

Rak TV

gambar bufet setengah badan

Mungkin ini salah satu cara menggunakan bufet setengah badan minimalis yang paling banyak dipilih orang-orang, yakni sebagai penyangga televisi.

Faktanya memang demikian, karena bufet bisa menjadi pusat media yang begitu hebat dan merupakan pilihan yang sangat bagus untuk disematkan di ruang tengah. Bahkan ada loh merk ternama yang sengaja mengkhususkan pembuatan lemari tersebut untuk TV, yakni bufet olympic elegan.

Sematkan TV kamu di dinding atas bufet atau letakkan saja di atas lemari tersebut sebagaimana biasanya untuk menjaga fleksibilitas ruangan secara nyata.

Tambahkan pula rak dinding besi sebagai media penyimpanan barang-barang kecil dan koleksi foto keluarga sebagai pemanisnya.

Media Galeri atau Perpustakaan Kecil

model lemari bufet setengah badan

Rendahnya kebiasaan membaca di Indonesia membuat si kutu buku seringkali diejek, soalnya komunitas ini menjadi minoritas.

Namun di saat yang bersamaan, mereka yang gemar membaca cenderung dijuluki sebagai si orang pintar.

Terlepas kamu suka membaca buku atau tidak, membuat sebuah perpustakaan kecil dengan menyematkan beberapa buku bacaan di atas bufet setengah badan minimalis akan meningkatkan cita rasa dan pandangan orang-orang secara drastis.

BACA JUGA :  Manfaat Meja Kayu Kaca Minimalis, Nampak Elegan dan Kuat

Plus, kita bisa memfasilitasi siapa saja tamu yang doyan membaca dengan koleksi buku yang kita miliki.

Carilah judul-judul paling fenomenal jika kamu kurang begitu mengenal dunia membaca, seperti Rich Dad Poor Dad dari Robert Kiyosaki, 4Hours Work Week oleh Tim Feris, Geography of Bliss oleh Eric Weiner, dan lain sebagainya.

Jangan takut, sekalipun buku-buku di atas berjudul bahasa Inggris, tapi sudah ada terjemahan resminya kok di toko buku Indonesia.

Tinggalkan komentar

/* */